Penyebab Pembatalan Pendaratan Pesawat AirIndia Express di Bengaluru
Adanya benda asing di landasan pacu memaksa pesawat untuk berputar balik, menegaskan ketatnya protokol keselamatan yang diterapkan oleh pengatur lalu lintas udara.
Ebenezer News Explainer DeskExplainers are written from our published summary and its cited sources, then checked against them.19 Oct 2026, 09:55 amUpdated 57 min ago3 min readIndiaIndia
Penyebab Pembatalan Pendaratan Pesawat Air India Express di Bengaluru
Penerbangan Air India Express dari Goa terpaksa membatalkan pendaratannya di Bandara Internasional Kempegowda setelah pengatur lalu lintas udara menemukan benda asing di landasan pacu. Langkah pencegahan ini diambil untuk menjamin keselamatan pesawat dan seluruh penumpang saat proses kedatangan.
Insiden di Bengaluru
Pada hari Sabtu, sebuah penerbangan Air India Express sedang mendekati Bandara Internasional Kempegowda untuk jadwal pendaratan.
Pesawat dijadwalkan mendarat pukul 20.10, namun situasi berubah.
Petugas pengatur lalu lintas udara melihat adanya benda asing di permukaan landasan pacu.
Mereka segera menginstruksikan pilot untuk melakukan putar balik guna menghindari risiko selama proses pendaratan.
Setelah beberapa menit, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di bandara.
Petugas tidak merinci jenis benda asing yang terlihat di landasan pacu tersebut.
Pentingnya Protokol Keselamatan
Keselamatan landasan pacu merupakan komponen krusial dalam operasional penerbangan.
Keberadaan benda tak terduga di landasan aktif dapat menimbulkan risiko signifikan bagi pesawat maupun operasional darat.
Penumpang pada penerbangan Air India Express yang terdampak.
Pilot yang harus melakukan perubahan jalur penerbangan secara mendadak.
Staf darat yang bertanggung jawab atas inspeksi landasan pacu.
Otoritas bandara yang mengelola arus lalu lintas udara.
Pesawat lain yang menunggu giliran untuk mendarat atau lepas landas.
Protokol ini dirancang untuk mengutamakan keselamatan semua orang di dalam pesawat.
Dengan memilih untuk melakukan go-around, kru memastikan lingkungan pendaratan bersih dan aman.
Menjaga landasan pacu tetap bersih sangat penting untuk mencegah kecelakaan.
Keselamatan penerbangan bergantung pada kewaspadaan konstan pengatur lalu lintas udara dan respons cepat kru penerbangan.
Memahami operasional landasan pacu bandara
Bandara melakukan pengawasan ketat terhadap landasan pacu untuk memastikan area tersebut bebas dari puing atau hewan liar.
Tim manajemen apron biasanya ditugaskan untuk melakukan inspeksi setiap kali ada laporan potensi bahaya.
Tim ini melakukan pemeriksaan visual untuk memastikan landasan pacu aman digunakan.
Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, seperti saat penerbangan Indigo melaporkan adanya kelinci yang melintasi landasan pacu pada 17 Oktober.
Pada kesempatan itu, pesawat berikutnya diminta untuk melakukan go-around sementara inspeksi dilakukan oleh tim manajemen apron.
Tim apron tidak menemukan apa pun selama inspeksi khusus tersebut.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Setelah kejadian seperti itu, otoritas bandara biasanya mengikuti prosedur standar untuk memulihkan operasional normal.
Hal ini memastikan landasan pacu tetap aman bagi seluruh penerbangan berikutnya.
Tim manajemen apron melakukan inspeksi menyeluruh terhadap permukaan landasan pacu.
Petugas memastikan area tersebut bersih dari benda asing maupun hewan.
Kontrol lalu lintas udara memberikan izin pendaratan pesawat setelah landasan pacu dinyatakan aman.
Setelah proses inspeksi selesai, bandara kembali beroperasi sesuai jadwal penerbangan reguler.
Pesawat yang melakukan putar balik tersebut akhirnya mendarat dengan selamat di bandara setelah penundaan singkat.
Fakta-fakta utama dalam sekilas
Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional Kempegowda.
Penerbangan Air India Express terlibat dalam putar balik tersebut.
Penerbangan tersebut awalnya dijadwalkan mendarat pada pukul 20.10.
Petugas tidak merinci jenis benda asing tersebut.
Insiden sebelumnya pada 17 Oktober melibatkan seekor kelinci di landasan pacu.